[What’s In?? : SPECTRE]

Secara singkat, Spectre memungkinkan sebuah malware mengakali suatu aplikasi. Aplikasi tersebut diminta menarik suatu informasi sensitif, dan menampilkannya pada aplikasi lain yang dijalankan dengan prosesor yang sama.
Spectre ditemukan oleh Jann Horn, seorang pemuda berusia 22 tahun yang menjadi salah satu karyawan Google dalam Project Zero. Divisi tersebut berisi sekumpulan security analyst, tugas mereka menemukan celah keamanan tak terdeteksi pada software komputer.

Jann sedang membaca panduan manual prosesor setebal ribuan halaman milik Intel pada April 2017. Saat itu, ia hanya ingin memastikan bahwa hardware tersebut mampu memproses sebuah kode yang ia buat untuk melakukan perhitungan sangat kompleks.
Pada salah satu penjelasan, Horn menemukan celah pada cip memori yang berpeluang disusupi oleh peretas. Ia menyadari bahwa celah tersebut berpotensi membocorkan data pribadi pengguna komputer yang seharusnya tidak boleh diakses oleh pihak lain selain pengguna.

Spectre dapat menyerang hampir semua sistem, baik desktop, laptop, server cloud, bahkan smartphone. Semua prosesor modern yang dapat melakukan multitasking bisa dibilang berpotensi rentan terhadap serangan Spectre.

sumber : techinasia

#LampauiBatas
#Technovolution
#SalamTechnoscientist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *